Contoh Dimensi-Dimensi Hakikat Manusia
- Dimensi Individual
Dimensi
individual adalah keperibadian seseorang yang merupakan suatu keutuhan
yang tidak dapat dibagi-bagi (indevide). Seorang pakar pendidikan
M.J.Lavengeld mengatakan bahwa setiap orang memiliki
individualitas,maksudnya dua anak kembar yang berasal dari satu telur
yang lazim dikatakan seperti pinang dibelah dua dan sulit dibedakan satu
dan yang lain hanya serupa tetapi tidak sama apalagi identik. hal ini
berlaku pada sifat-sifat fisiknya maupun hidup kejiwaannya
(kerohaniannya). Setiap individu bersifat unik (tidak ada tara dan
bandingannya) dengan adanya individualitas itu setiap orang memiliki
kehendak,perasaan,cita-cita, kecenderungan, semangat,dan daya tahan yang
berbeda,dengan arti kata masing-masing ingin mempertahankan ciri-ciri
khasnya sendiri,gambaran tersebut telah dikekemukakan oleh fancis galton
seorang ahli biologi dan matematika inggris,dari hasil penelitiannya
banyak pasangan kembar satu telur ternyata ternyata tidak sepasang pun
yang identik atau sama sifat dan kepribadiannya.
Contohnya antara lain:
Pada diri sendiri: seorang anak tidak mau dirinya diubah menjadi orang lain.
Pada keluarga: seorang anak tidak mau disamakan dengan kakak atau adiknya atau sudaranya yang lain.
Pada
masyarakat: seseorang memunyai keunikan yang berbeda dengan orang lain
yang tidak ingin disamakan dengan kata lain mempunya ciri khas
tersendiri.
2. Dimensi Kesosialan
Setiap bayi yang lahir
dikaruniai potensi sosialitas. Demikian kata M.J. Langeveld. Setiap anak
dikaruniai benih kemungkinan untuk bergaul. Artinya, setiap orang dapat
saling berkomunikasi yang pada hakikatnya didalamnya terkandung unsur
saling memberi dan menerima. Adanya dimensi kesosialan pada diri manusia
tampak lebih jelas pada dorongan untuk bergaul. Dengan adanya dorongan
bergaul, setiap orang ingin bertemu dengan sesamanya. Manusia hanya
menjadi manusia jika berada diantara manusia.
Contohnya antara lain:
Pada diri sendiri: seseorang tidak bisa memilih-milih dalam berteman karena setiap orang pasti membutuhkan orang lain.
Pada keluarga: dengan senang hati membantu pekerjaan rumah.
Pada masyarakat: ikut serta dalam bakti sosial.
3. Dimensi kesusilaan
Susila
berasal dari kata su dan sila yang artinya kepantasan lebih tinggi.
Akan tetapi dalm kehidupan bermasyarakat orang tidak cukup hanya berbuat
yang pantas jika didalam yang pantas atau sopan itu misalnya
terkandung kejahatan terselubung. Dimensi kesusilaan disebut juga
keputusan yang lebih tinggi.kesusilaan diartikan mencakup etika dan
etiket.etika adalah (persoalan kebaikan ) sedangkan etiket adalah
(persoalan kepantasan dan kesopanan ).
Contohnya antara lain:
Pada diri sendiri: menjaga sikap,harga diri dan martabat sebagai seorang manusia.
Pada keluarga: tata krama berbicara terhadap orang yang lebih tua.
Pada masyarakat: bertegur sapa,mengucapkan salam saat berpapasan dengan orang lain.
4. Dimensi keberagamaan
Pada
hakikatnya manusia adalah makhluk religius.beragama merupakan kebutuhan
manusia karena manusia adalah makhluk yang lemah sehingga memerlukan
tempat bertopang,agama menjadi sandaran vertikal manusia. dan Manusia
adalah mahluk religius yang dianugerahi ajaran-ajaran yg dipercayainya
yang didapatkan melalui bimbingan nabi demi kesehatan dan
keselamatannya.Manusia sebagai mahluk beragama mempunyai kemampuan
menghayati pengalaman diri dan dunianya menurut agama masing-masing.
Pemahaman agama diperoleh melalui pelajaran agama, sembahyang, doa-doa
maupun meditasi,komitmenaktif&praktekritual.
Contohnya antara lain:
Pada diri sendiri: seseorang melaksanakan solat tepat pada waktunya.
Pada
keluarga: ayah sebagai pembimbing dalam mengarahkan keluarganya untuk
melakukan solat berjamaah atau kegiatan agama lainnya.
Pada masyarakat: seorang guru mengajar mengaji untuk orang lain yang membutuhkan bimbingannya.